Kamis, 06 November 2014

CHARGER AKI / DESULFATOR /JOULE THIEF - RE EMF CHARGER

Project kali ini keterangan sudah saya sertakan dalam gambar rangkaian. Rangkaian ini dibuat oleh Rene dalam Video di You tube


Gambar rangkaian saya perjelas dan beri keterangan seperti dibawah ini.




KOMPONEN PENGGANTI :

Transistor : Bisa memakai Transistor NPN apa saja (menyesuaikan Ampere Trafo /Source), paling baik menggunakan  High Voltage Fast Switcing Transistor.

Kawat Email dan Ferit : Besarnya kawat Email dan Ferit menyesuaikan Arus Trafo/Source, semakin besar arus trafo maka gunakan Kawat Email dan Ferit dengan diameter lebih besar. Kawat Email bisa memakai bekas kawat dari Trafo.

Dioda : Gunakan High Speed Dioda, biasanya memakai kode UF atau FR, Dioda jenis ini biasanya bisa anda dapatkan dari power supply tanpa trafo (SMPS-Switching Power Supply) semisal PSU Komputer, PSU DVD Player, Charger HP, Lampu CFL dll.

Saya sudah membuat 2 buah charger dari rangkaian ini dan cukup memuaskan. Kelebihan dari charger ini adalah aki yg di cas tidak akan panas,dan proses pengisian yang lebih cepat. Charger ini juga bersifat desulfator (bisa cas aki yang sudah tidak bisa di cas dengan charger biasa karena proses Sulfation),

Cara kerja charger ini adalah mengisi aki/baterai secara Straight dan Pulse voltage. Pertama arus mengalir ke aki secara langsung (Straight) kemudian aki di charge lagi dengan Pulse. Prinsip kerjanya adalah Switching (Transistor On dan Off), saat Transistor On maka Straight, saat Transistor Off, maka lilitan akan menghasilkan Back EMF dengan voltase tinggi, semakin banyak lilitan, maka "SPIKE" atau pulse voltasenya semakin tinggi , Dioda (D3) mengarahkan Voltase tinggi tersebut kembali ke aki sehingga aki menjalani 2 proses charging, proses switching terjadi sangat cepat, karena itulah dibutuhkan High Speed Dioda dengan seri UF atau FR.

Lampu neon berfungsi sebagai pengaman transistor, saat voltase melebihi 90 Volt, maka neon akan menyala untuk mencegah Transistor jebol/mati. Untuk Transistor sebaiknya di beri pendingin. Jika transistor terlalu panas,kemungkinan arus pengisian terlalu besar, bisa anda kurangi dengan mengatur Potensio ( R2 ) Arus pengisian yang terlalu besar juga akan membuat lilitan berdenging.. Untuk R2 bisa memakai 1 K sampai 10 K Ohm Potensio tergantung Arus Trafo / Source yg dipakai.

Untuk aki yang sudah deep discharge,biasanya perlu beberapa kali charge dan discharge untuk mengembalikan voltase aki ke kondisi normal ( 13,8V ), alias harus di cas lalu dipakai,di cas lagi, pakai lagi..dst...

Peringatan : Saat charge batere AA atau AAA semisal Alkaline, harus di perhatikan Voltase baterai saat pengisian, 1 Baterai maximum voltasenya adalah 1,5 Volt, jika sudah mencapai 1,5 V segera matikan charger/ lepas Baterai untuk menghindari baterai bocor atau meledak..!!

UPDATE : Rangkaian saya tambahkan Led sebagai penanda charging. Testing untuk charging baterai bekas laptop  yang sudah " Consider " untuk dijadikan baterai senter, emergency lamp dll, dan hasilnya cukup memuaskan.



Anda bisa mencari info tentang para pengguna charger ini di beberapa forum dengan search " RE EMF CHARGER ".

113 komentar:

  1. sip daripada pakai rangkaian desulfator lain yg rumit! perlu dicoba nih!

    BalasHapus
  2. Terima kasih sudah mampir Om Guru..:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau in nya 1A, 24v. Apakah tidak masalah kak

      Hapus
  3. Sistem pemanfaatan Oscilator Block ini cukup cerdas, namun perlu dipertimbangkan soal efisiensi. Peak voltase memang tinggi bila tanpa Load, namun dengan storage ke Battery maka hanya akan memberikan high freq pulse sekitar 0,05mA.
    Bila Current Source hanya 500mA maka Transistor Power cukuplah pakai BD139, D882, TIP31 atau TIP41. Saya mencoba prototype Out Box di atas dengan result bahwa D882 memberikan hasil terbaik (diberikan sedikit lempeng pendingin tentunya).
    Hasil terbaik pun arus charging hanya 200mA-300mA. Proses desulfator kurang optimal meski hal itu bekerja.
    Meskipun demikian saya acungi jempol untuk karya cerdas ini. Sederhana, murah, dan cukuplah untuk mencharging Lead Acid 5Ah motor yg sudah agak soak :) :)

    Masukan: coba gunakan sistem Oscilator Block dengan pengatur pulsa dari Timer sekitar 100KHz dengan Duty Cycle kecil saja, lalu diumpankan ke FET atau Transistor sebagai switchingnya. Dengan demikian konsep Boost Voltage dan Buck Voltage dapat menjadi satu kesatuan kompak menembak pelat Pb dalam frekuensi tinggi dan arus yang dapat dikontrol. Untuk aki up to 42Ah pasti memuaskan. :)

    Salam dari orang sederhana di bidang elektronika, Maju terus dan berkaryalah! (y)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas masukannya Om Samuel..terima kasih juga sudah mampir di Blog saya yang sederhana ini...salam karya...:D

      Hapus
    2. Saya lagi mempelajari system listrik tenaga surga skala kecil di rumah system batery 36 volt,yang ingin saya tanyakan,,,,untuk rangkaian ini apakah bisa untuk mempercepat pengisian batery dari solar panel,dan mohon sekiranya jika tidak keberatan dapat mengirimkan skema rangkaiannya ke alamat email sumarnotowae@gmail.com

      Hapus
    3. Kerendahan hati membuat kita semakin terisi.
      Terimakasih mas Out Box, kalau bisa In Box juga ya :)

      Hapus
    4. kepada bpk samuel, apakah bisa diberikan masukan skema dan komponen, jadi pengen belajar...hehehe
      terima kasih
      akasianarages01@gmail.com

      Hapus
    5. Untuk menghubungi Bpk.Samuel langsung, Mas bisa kunjungi Grup beliau, klik DISINI

      Hapus
  4. kepada yth, bapak samuel apakah bisa diberikan masukan skema dan komponen supaya lebih bisa dibaca orang yang baru belajar seperti saya ?
    terima kasih
    ynnrny@gmail.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. To: Nurany Cahyono
      Maaf, baru bisa membalas.
      Bila tidak keberatan, silahkan bergabung di grup "Learn Simple Electronics with Samuel Budiyanto" di Facebook. Sebab saya tidak tahu cara post gambar lewat komentar di Blogg :)

      Salam untuk pemilik grup ini atas kerendahan hatinya boleh dikomentari. :)

      Hapus
    2. Terima kasih sudah berkenan mampir kembali Om Samuel..:D

      Hapus
  5. Mungkin yg dimaksud pak Samuel rangkaian desulfator dari web instructables ..dgn kata kunci.desulfator for 12 v car batteray.

    BalasHapus
  6. Saya cari diode UF/FR kok ndak ada yg jual ya di kota saya, apa ada yg tau solusinya..tolong donk..

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba cari di Indoware... memang sih bukan UF/FR tapi fungsinya sama yaitu sebagai fast recovery diode....

      Hapus
  7. Saya cari diode UF/FR kok ndak ada yg jual ya di kota saya, apa ada yg tau solusinya..tolong donk..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dioda fr juga bisa d temukan pada charger handphone mas

      Hapus
  8. Maaf baru reply, jika dioda seri UF atau FR sulit dicari, pakai tipe IN4007 juga ga apa2 kok Mas (jika source 1 A) .seri FR biasanya bisa didapat dari bekas lampu CFL merk Philips (walau tidak semua tipe philips).

    BalasHapus
  9. Itu buat trapo 3amper/5amper gan

    BalasHapus
  10. Rangkaian diatas untuk 1 Ampere Mas,buat 3 atau 5 ampere bisa Mas..tinggal ganti dioda dengan dioda 3 atau 5 ampere.

    BalasHapus
  11. Slm knl mas,sy trtarik &bermnat untk mmbuat project yg mas bgikan.
    Tp sy blm phm untk mslh kawat Emailnya .
    Apkah ukuran kawat Email antara L1&L2 sama/tdk.&untk mmbedakan antara L1&L2,apkh sy hrs beli kwat trsbut deng warna yg brbeda.
    Mohon pnjelasannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal kembali Mas,..untuk lilitan hukumnya sama dengan trafo Mas, semakin besar arus trafo/source maka semakin besar juga diameter kawat email yang dipakai.L1 dan L2 bisa warna berbeda atau besar kecilnya berbeda agar mudah dibedakan.tapi ukuran dan warna sama juga tidak masalah selama melilit dan menyambungnya benar.oh ya..semakin besar arus maka sebaiknya juga memakai ferit lebih besar.

      Hapus
    2. bro outbox, ini l1 dan l2 dililit dalam 1 ferit. berarti l1 dan l2 bersentuhan tidak apa apa dalam arti kawatnya tanpa lapisan gak apa?

      Hapus
    3. Lilitan memakai kawat email Bro..bisa di beli di toko listrik atau elektronik atau bisa di ambil dari kawat bekas Trafo..kawat email sendiri sudah memiliki lapisan email (lapisan seperti plastik tipis berwarna Merah, hijau atau bening dll).jadi walau bersentuhan tidak akan konslet kecuali lapisan emailnya terkelupas.

      Hapus
  12. trkmsh untk pnjlsnnya.untk trafo sy mggunkan 1a,out nya sy pk yg 18v.
    apkh kwt emailnya hrs yg brwrna/bisa jg Deng kwt email yg biasa d pk untuk mmbuat trafo.Krn d daerah sy blm ad yg jual kwat Email yg brwrna.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Email tidak harus beda warna Mas,yang penting kawat email, bisa juga memakai kawat bekas Trafo..:D

      Hapus
  13. apa saya bisa memesan rangkaian ini ?
    email : erka.sam4@gmail.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa pesan Mas?, rangkaian diatas sangat sederhana kok, bahkan sebagian besar saya buat dari komponen bekas.Kawat email dari bekas kawat trafo, ferit donat (toroid) dari bekas power suplai komputer,Transistor bisa pakai transistor NPN apapun (sesuai arusnya),dioda juga bisa pakai seri apapun misal IN4007(bisa di dapatkan dalam rangkaian bekas lampu CFL atau charger HP dll).lampu neon AC bisa di dapat dari bekas lampu setrika/saklar AC dll.

      Hapus
  14. Dioda paling efektif adalah tipe High Speed, Schotcky dan Ultra High Speed. Dioda biasa semacam 1N400x akan menurunkan efisiensi karena waktu hantar tidak mampu mengimbangi pulsa Voltase Tinggi yang dihasilkan induktor dalam mode fly-back.
    Saran dari saya; gunakan Dioda di output bekas charger HP, itu pasti tipe Schotchky atau High Speed dioda. Jika tidak ada sama sekali, gunakan transistor Ultra Speed 1N4148 yang diparalel dalam jumlah 10 (tiap 1N4148 efektif menangani arus 70mA tanpa overload).

    Salam

    BalasHapus
  15. Malam, mungkin threadnya udah lama, sy baru bikin rangkaian ini, hnya sy penasaran, bgmana mengetahui high pulsenya terjadi atau tidak?
    soalnya pada output batre yang akan di cas, tegangannya sama dengan tegangan input....Apa harus pakai oscilloscope saja? atau ada cara lainnya?
    terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk memastikan sebaiknya memang pakai Osciloscope Mas, tapi saya pribadi tidak punya..saya learning by doing saja..saya tes charger dengan beberapa baterai/aki yang sudah tidak bisa di cas dengan charger biasa,baterai atau aki biasanya saya kosongkan lebih dahulu..lalu saya cas dengan rangkaian di atas...untuk melihat seberapa cepat kenaikan voltasenya, untuk aki motor 5 Ah, kenaikan voltasenya cukup cepat Mas, dari situ saya rasa pulse chargingnya bekerja..jadi saya hanya berbagi pengalaman saja Mas, bisa jadi pengalaman anda nanti berbeda, dan bisa di share kembali ke saya sebagai bahan pembelajaran bersama...:D

      Hapus
  16. klo digunakan untuk charge aki 60ah komponen yg sesui apa pak.
    n jk komponen intiferrite diganti bentuk yg silinder memanjang bisa tdk? soalnya saya pernah bongkar charge aki kapal bentuknya spt itu n diodanya masih pakai model sirip2 plat. tipis.
    mohon para pakar kasih masukannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk aki 60Ah bisa Mas,gunakan trafo yang cukup semisal 5 -10 A, ferit donat bisa di ganti ferit batang.Dioda juga di ganti dengan Ampere yang lebih besar.

      Hapus
  17. Dioda dibekas psu pc banyak gan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar Gan..tinggal cari yang tulisannya FR atau UF.. :D

      Hapus
  18. Mas sy udh bikin charger desulfator apa yg sesuai skema ko lmpu ledya gk nyala utk mngecas batre 5 volt tp utk mngecas batr AA/ AAA lampu led nyala apa yg slh dri rangkaian yg saya buat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf, anda pakai trafo berapa Volt berapa Ampere Mas..? tegangan catu daya harus lebih tinggi sekitar 6-8 volt dari voltase baterai yang di cas. Baterai 5V itu baterai apa Mas..?

      Hapus
  19. Mas kenapa lampu neon selalu nyala disaat melakukan changer sedangkan led tidak menyala mohon di bantu mass

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba di cek jalur dan tiap sambungan Mas, neon menyala bisa karena pemasangan positif dan negatif nya terbalik.Neon biasanya hanya menyala jika ada voltase diatas 90V, cek juga kondisi komponen,apakah transistor short atau tidak,jika led tidak menyala,coba pemasangan led dibalik.

      Hapus
  20. Kalau transistor short biasanya arus yang keluar tidak ada ya ga mass. sedangkan punya sya arus keluar ada mass arus yang keluar 15,3vl

    BalasHapus
    Balasan
    1. Transistor short tetap ada output Mas, kecuali transistor putus.karna short/konslet maka transistor tidak akan switching alias tidak bisa On Off, tetapi On terus,jika rangkaian diatas normal/dibuat dengan benar, jika di ukur maka outputnya akan lebih tinggi dari tegangan source/trafo.

      Hapus
  21. Cara mengetahui transistor short gimana mass

    BalasHapus
    Balasan
    1. Googling saja Mas, banyak kok penjelasannya.:D

      Hapus
  22. Sya ganti transistor nya menggunakan transistor D882 sya memasang transistor menurut pada gambar diatas boss. Lampu led udah nyala tetapi neon masih nyala dimana ya boss kesalahan nya apakah neon nya kekecilan atau L1 dan L2 nya terlalu banyak lilitan nya. Semoga boss mau membantu sya sih tidak terlalu banyak mengetahui masalah elekronik tetepi sya sangat hoby sama elekronik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anda pakai trafo atau power suply berapa volt berapa ampere Mas..?..apakah lilitannya sudah benar..?rekomendasi lilitan kisaran 30 lilitan,jika lilitan terlalu banyak maka spike tegangan akan semakin tinggi tapi arus akan semakin mengecil.neon menyala sebenarnya ga masalah Mas, karena fungsinya memang untuk membuang voltase terlalu tinggi.jika anda memakai transistor high voltage, neon tidak diperlukan.yang perlu diperhatikan adalah,apakah proses chargingnya berjalan?jika neon menyala tapi charging berjalan,tidak apa2, tapi kalau tidak charging berarti ada yang salah.harus dicoba untuk ngecas Mas,perhatikan voltase baterai atau aki yang di cas, jika rangkaian benar,kenaikan voltase baterai/aki cukup cepat saat di cas.

      Hapus
  23. Oke boss entar sya coba. Klw ada masalah mohon dibantu ya boss

    BalasHapus
  24. Boss sya ganti trafo bekas tape kerna trafo kemarin kurang memuaskan. Trafo kemarin power suply. 15,3 sya jadikan ke desulfator keluar arus tetap. Lalu sya pakai trafo tape keluar arus nya 20vl lebh sya jadikan ke desulfator menjadi 30vl lebeh gimana boss apakah terlalu besar arus nya boss atau tidak apa apa boss

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak apa-apa Mas, saya pakai trafo 18V dan output rangkaian saya jadi 30V, saat rangkaian di hubungkan ke beban, semisal aki, maka voltase akan turun mengikuti voltase aki dan mulai charging, lama kelamaan voltase aki akan naik hingga ke batas maximum voltase akinya.

      Hapus
  25. Oke boss terimakasih banyak. Mantaf boss hasil nya. Pantesan lama ke lamaan lilitan berbuny

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah mampir dan berkenan mencoba rangkaian di blog sederhana saya Mas..salam karya.. :D

      Hapus
  26. Klo untuk travo 5amp DBnya dikasih 10amp model sisir, untuk D1-D3 apa juga perlu diganti Bosss. Maaf pingin banget coba tapi masih bingung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ia Mas..diganti Dioda dengan ampere sesuai trafo dan sebisa mungkin memakai High Speed Dioda biasanya seri UF atau FR.

      Hapus
  27. Saya dah bikin mas, pakai trafo 2A 18volt. Tegangan input 18v buat carg aki 5A led dah nyala tapi output dari rangkaian msh ttp 18v, apa ini dah bener apa msh ada yg salah, mohon bimbingan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Output charger harusnya lebih besar Mas,jika lilitan benar trafo 18V outputnya kisaran 25-30V (tanpa beban/aki)coba periksa lilitan, apakah melilitnya sudah benar? dan coba led dilepas apakah ada perubahan?saya memasang led untuk charger yang lebih kecil Mas,dengan trafo 9v/200mA dan hanya untuk ngecas baterai 3.7V..sedangkan untuk charger aki ga saya pasang led..jika lilitannya benar, saat potensio dikecilkan biasanya lilitan akan berbunyi/berdenging.

      Hapus
  28. salam mas, sy dah coba buat in 18volt/5A outnya masih tetap tanpa beban,dan jika dikasih beban tidak berdenging mas, tapi volt mengikuti accu, pertanyaan apa ada salah di coil, berapa lilitan max mengikut diam toroid?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kemungkinan cara melilitnya salah Mas,jumlah lilitan tidak harus sama Mas, semakin banyak lilitan maka semakin tinggi spike voltasenya tapi semakin kecil arusnya.Cara melilit coilnya sama dengan Rangkaian Jhoule Thief Mas.Bisa anda googling.

      Hapus
    2. Thanks infonya gan, sy dah coba dan berhasil, sekarang sudah berdenging. sy coba ganti kawat coil email yang diameter agak kecil dari yang pertama. untuk adjust voltage sy memakai R220,680ohm, keramik 1nano dipasang paralel iput ke basis Tr, apakah pemasangan tersebut dah benar gan? voltege naik dan berhenti sesuai dengan tegangan beban? trims sharingnya gan, salam buat keluarga

      Hapus
    3. Alhamdulillah jika sudah berhasil Mas,terima kasih sudah berkenan mampir ke blog saya yang alakadarnya, salam buat keluarga anda dan sukses selalu.. :D

      Hapus
    4. Ass, gabung lagi ni gan? Sy pengen kasih 2 transistor apa bisa ya biar panasnya agak kurang dan arus pengisian bisa jadi dikebut gan? Untuk Tr apa yang diharus diparalel or seri antara R, BCE? thanks petunjuknya gan, wass

      Hapus
    5. Jika anda pake trafo 20A atau 35A, Bisa saja di paralel Gan tapi lebih baik ganti Transistor dengan Ampere lebih besar dan tambahkan headsink/kipas..Transistor 2SC3552 mampu menghandle arus hingga 12 Ampere, 2N3055 mampu menghandle arus hingga 15Ampere.Jika rangkaian bekerja dengan baik, maka 2 jenis transistor diatas sudah cukup dipasang 1 saja jika trafo masih di bawah max ampere TR, dan jika Aki-nya sehat chargingnya ngebut kok Mas.

      Hapus
    6. Oh ya..jika Trafo Ampere besar, maka juga harus memakai TR dan Dioda Ampere besar, Ferit yang besar dan kawat email diameter yang besar juga Mas,jika ferit/kawat terlalu kecil maka akan berdenging dan lilitan akan panas,semakin besar arus maka semakin keras denging dan semakin panas.Karena itulah dipakai Potensio untuk mengatur arus charging.Berikan Aluminium pendingin yang cukup pada TR, dan pasang kipas pendingin untuk rangkaian.

      Hapus
  29. Salam sederhana.., untuk prptotype spti rakitan kita ini apakah harus berdenging gan jika rangkaian bekerja walau dengan source ampere yang besar, toroid, email etc? Pada rangkaian ini sy menggunakan transistor TIP 3055x2. Yang sy tanyakan pengunaan kawat awg for feedback trigreed coil berapa yang terbaik gan untuk 30A,untuk rangkaian pertama 5A sudah bekerja dan lumayan buat aki yang agak consider,..trims sarannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya lilitan selalu berdenging Mas,hanya saja bisa kita atur dengan Potensio hingga tidak terdengar.jika melilitnya benar maka jika ampere tidak terlalu besar dengingnya tidak terdengar dan rangkaian tetap bekerja.Saya belum mencoba untuk 30A Mas,jadi tidak bisa memberi saran.mungkin bisa anda coba-coba dengan awg kawat yang berbeda-beda dan hasilnya nanti bisa di share disini sebagai bahan pembelajaran bersama.. :D

      Hapus
  30. Ass,selamat akhir pekan gan. setelah diamat-amati ada banyak ratusan bahkan ada yang update. karena knowledge sy mungkin ada kurang,sy coba share gan. Untuk DEODA type FR sy ada banyak menemukan FR4007, menurut info daya 1A. saya juga menemukan type deoda kode lain di berbagai perangkat built up contoh SR,SK,HE? Apakah deoda tersebut diatas termasuk deoda high speed atau bukan, apa bisa diperuntukan buat prototype kita ini? tks gan yang kedua pertanyaannya apakah pengaruhnya untuk type lain jika tr basis yang groundingnya ke minus input dengan hubungan R&pot mengatur tegangan volt dan ampere? jika dibandingkan dengan hubungan ke minus batt melalui coil? tks gan infonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikum sallam.FR4007,UF4007,FR107 sama-sama rating 1A.Pada dasarnya hampir semua tipe dioda bisa dipakai untuk rangkaian diatas Mas,hasil terbaik memakai High speed dioda dan high speed transistor,jadi speed switcing diode untuk mendukung kecepatan switching transisor,agar kinerja lebih optimal.Kalaupun komponen sulit di dapat, menggunakan dioda atau transistor yang tersedia juga ga masalah.Rangkaian di atas adalah prototipe saja Mas, artinya komponen tidak wajib sama.dan di luar sana banyak pengguna charger di atas membuat dengan komponen2 seadanya, ada pula yang di modifikasi dll.jadi..silahkan anda uji coba dan hasilnya bisa di share kembali sebagai bahan belajar bersama.

      Hapus
    2. oke gan makasih, cuma sy penasaran, memang beda ukurannya dengan yang biasa,jelas berpengaruh pada kemampuan yang dihasilkannya akan lebih optimal, pemilihan transistor dan deoda for speed swithcing harus tepat dan sesuai spec. untuk high apeed deoda gan bisa kasih referensi apa saja gan buat ampere besar diatas 5A? salah satu contoh apakah deoda fr 1A bisa dikopel 5, deoda kapsitas 3Afr dikopel dua buat menghindari panas berlebih. tks gan..untuk sementara sy masih progres mana yang terbaik hasilnya gan..salam

      Hapus
    3. Untuk referensi dioda mungkin bisa cek disini Mas. Untuk dioda bisa saja di paralel untuk menambah kemampuan ampere-nya tapi hal tersebut tidak disarankan Mas, karena resistansi dalam dioda umumnya akan berubah seiring suhu/panas.jika dalam paralel salah satu ada yang fail,maka yang lain akan ikut fail.

      Hapus
  31. sip gan, setelah liat referensi yang gan berikan sy semakin faham. kesimpulannya satu deoda buat satu penguatan satu Tr. tks banyak gan atas pengertiannya, yang penting tujuannya sama..proses switching dan dua proses charging.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah berkenan mampir Gan..salam Karya dan Sukses selalu buat anda.. :D

      Hapus
  32. Kalo rangkaian diatas dgabung dengan "MEMBUAT CHARGER AKI OTOMATIS/ AUTO CUT OFF CHARGER CIRCUIT" bisa gk om???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf rangkaian diatas tidak bisa di gabung dengan rangkaian Charger aki otomatis karena prinsip kerjanya berbeda.

      Hapus
  33. Atau gmna caray supaya rangkaian tersebut bisa otomatis om... mohon bimbingany

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf saya pribadi belum mencoba untuk modifikasi rangkaian diatas agar otomatis.karena rangkaian diatas hanya saya gunakan untuk sesekali, tidak rutin.saya gunakan hanya untuk menggedor aki/baterai yang sudah tidak mau di cas..setelah normal,lalu saya lanjutkan charging dengan charger yang lain (yang bisa cut off).

      Hapus
  34. Ok....
    Oy om...lok pke trafo 5a da yg prlu drubah gk???
    Trs dioda kmren da bkas psu kmputr tp tipey beda sama drgkaian cm Ä·ode dpn fr...bs dpke gk om?sama...
    Lok cas aki brpa lma y???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika pakai trafo 5 Ampere, maka sebaiknya juga pakai dioda 5 ampere..tipe dioda sebenarnya bebas dan lebih baik jika pakai yang berkode UF atau FR.Kecepatan cas tergantung banyak faktor, dari Komponen yang dipakai hingga kondisi internal aki itu sendiri juga mempengaruhi waktu charging.

      Hapus
  35. Ass Gan. jumpa lagi, sy agak tertarik dengan masukan dari om samuel dengan pemanfaatan oscilator blok yang diumpankan ke swithing, kira2 gan pernah mencobanya di project ini? hehe maklum ndak ada yang bisa diliat di osciloscop..oh ya om sy dah coba dgn trafo 30A dengan source 18VOLT, toroid 3.5cm, email 0.8mmx2, Deoda3 FR 6Ax2, D1 FR 6A 1pcs, D2 out type SK, TR smithching TIP3055X2,triggred 0.3mm, 21 lilit, hasil dah ada gan, pertanyaannya apakah perlu ditambah lagi 1pcs di D1 paralel? Mohon petunjuknya lagi gan terimakasih. Wassalamualaikum

    BalasHapus
    Balasan
    1. D1 tidak perlu ditambah Mas, D1 hanyalah dioda pengaman dari Back Emf agar tidak merusak Trafo.Untuk saran dari Om Samuel saya pribadi belum mencobanya Mas.Dalam percobaan saya transistor 2SC3552 lebih baik kinerjanya dibanding TIP3055.Atau bisa anda coba dengan transistor lain dengan tipe High Speed Switching Transistor.

      Hapus
  36. Trims banyak buat yg uda share rangkaian desulfator di atas. Saya uda membuatnya dan uji coba di batrei hp BLACKBERRY yang uda ditinggal 1 thn g pake akibat batrei soak ..bgtu tes rakit rangkaian ini membuat batrei hp saya jadi berfungsi.. mksih lg untuk ilmunya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah berkenan mampir dan mencoba rangkaian yang alakadarnya ini Om.. Sallam :D

      Hapus
  37. Mlm mas,,kalo transiator ny di ganti mosfet.bisa gak?kalo bisa,,komponen yg lain harus diganti juga.
    Sblmnya makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf baru reply..saya pribadi belum mencoba dengan mosfet Mas..karena buat saya rangkaian diatas sudah bekerja dengan sangat baik sampe sekarang.

      Hapus
  38. dari 2015 s/d 2017 msh exis salut saya dah pake standby batre 12v utk genset hasilnya ok mas bro, sukses slalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah berkenan mampir kembali Mas...sukses selalu buat anda..Sallam. (^_^)

      Hapus
  39. kawat emailnya pakek ukuran berapa gan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bebas Gan..semakin besar arus suplay-nya maka butuh kawat email yg lebih besar.

      Hapus
  40. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  41. Maaf mas numpang nanya ..
    apakah rangkaian di atas bisa di aplikasikan ke spull/coil motor, output nya ke aki 70ah

    komponen apa aja yg perlu dirubah ya mas ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf Gan..saya pribadi belum pernah mencoba dengan coil motor.

      Hapus
  42. mohon bantuannya gan, saya belum berhasil.
    saya sudah bikin induktor. katanya kan sama dengan lilitan JT . tapi induktor saya kok volt tidak bisa naik kalo untuk skema RE EMF CHARGER tp kalo saya buat JT kok bisa naik sampek 2X lipat. ini komponen yang mana yang masih salah.
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cara lilitnya sama persis dengan JT Gan.Jika agan pernah bikin JT pasti bisa membuat rangkaian diatas.

      Hapus
    2. terima kasih atas pencerahanya mas out box .
      induktor saya sudah bisa berdenging. tp voltasenya ko' G bisa naik y????
      dari adaptor 15v outnya juga 15v?!!!

      Hapus
  43. Saya sudah bikin mas, trafo 5A 18v toroid bekas psu dengan lilitan kawat 0.3mm, cek keluaran tanpa beban 20.2v arus hingga 90A, aki 55A dan saya setting hingga tak berdenging sekitar 50A kemudian saya cas selama 2 hari voltase mentok 14v kemudian turun. Mohon koreksi bila ada yang kurang.

    BalasHapus
  44. Oiya mas outbox bila berkenan gimana jika dibuatkan rangkaian untuk pengganti trafo,biar nampak ringkas dan gak berat.. terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Power suply tidak harus pakai Trafo Mas, bisa pakai adaptor atau power suplay SMPS.yang penting Voltase dan ampere-nya mencukupi.

      Hapus
  45. Cara cek back emf bekerja bagaimana MA's outbox?

    BalasHapus
  46. Selamat siang pak.. Mohon maaf iku bertanya... Saya mencoba rangkaian bapak ini... Dengan memakai 1a ct di ambil 0 dan 18v satu sisi saja, pakai tip 41c.. Dengan tambahan led merah... Maaf pak tapi punya saya kok paling tinggi outputnya cuma 19v tanpa beban dan pada saat belum di tempel kan ke kutub aki output cuma 1v dan led tidak menyala baru setelah di tepelkan ke kutub aki baru arus berjalan.. Apa memang seperti itu, dan saya boleh bertanya bapak pakai transistor apa bisa keluar output 30v, saya juga pakai trafo feridnya sama deode ambil dari psu bekas.. Mohon maaf banyak bertanya... Maklum masih baru belajar.. Terima kasih...

    BalasHapus
  47. Selamat siang pak.. Mohon maaf iku bertanya... Saya mencoba rangkaian bapak ini... Dengan memakai 1a ct di ambil 0 dan 18v satu sisi saja, pakai tip 41c.. Dengan tambahan led merah... Maaf pak tapi punya saya kok paling tinggi outputnya cuma 19v tanpa beban dan pada saat belum di tempel kan ke kutub aki output cuma 1v dan led tidak menyala baru setelah di tepelkan ke kutub aki baru arus berjalan.. Apa memang seperti itu, dan saya boleh bertanya bapak pakai transistor apa bisa keluar output 30v, saya juga pakai trafo feridnya sama deode ambil dari psu bekas.. Mohon maaf banyak bertanya... Maklum masih baru belajar.. Terima kasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat siang..apakah sudah anda coba dengan trafo lain? untuk cas aki lebih baik tidak dipasang led. Untuk desulfator cas aki saya pakai Tip41..untuk yg cas baterai saya pakai D882.

      Hapus
  48. cara mengetahui fuul tidaky aki gmn maas n harus brp jam kalau pakai rangkaian ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mengetahui full tidaknya dengan Voltmeter Mas..masalah berapa jam proses chargingnya tergantung kapasitas aki..makin besar AMPERE/kapasitas aki..makin lama ngecasnya.

      Hapus
  49. punya saya kog tegangan yg keluar malah kecil ya
    ... bingung saya ...

    BalasHapus
  50. Selamat siang...teman2 ikutin skema ini berfungsi dengan baik ga ya? Saya coba ikutin kog ga fungsi, ga terjadi osilasi. Mohon pencerahan dari teman2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya sudah berhasil lilitan @0,6 34 lilit. mungkin yg mas bikin tdk terjadi osilasi krn lilitannya mungkin mas kurang pas

      Hapus
    2. Terima kasih sudah dibantu menjawab Gan...project diatas untuk komponen tidak mutlak harus sama Gan..bisa anda tambah atau kurangi lilitan tergantung diameter kawat email anda..cari kombinasi yang menurut anda bekerja paling baik.

      Hapus
  51. Masukkan komentar Anda...coba bikin tapi tegangan yg keluar malah kecil, padahal rangkaian sudah benar,,, solusinya gan

    BalasHapus
  52. Maaf om,untuk input nya apa bisa menggunakan smps om,
    Nb;out dr smps tsegangan udah halus apa sekema di atas juga bisa di aplikasikan ke input smps
    Trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa Gan..selama voltase dan Ampere sesuai..

      Hapus
  53. Maaf mau tanya aki 12 v tapi joule thiefnya bisa lebih sampe 30v apa gak rusak akinya???

    BalasHapus
    Balasan
    1. 30v adalah tegangan tanpa beban Gan..saat dihubungkan beban output joule thief umumnya mengikuti beban..

      Hapus
  54. Mau tanya gimn klu skema desulfator dikasih transistor PNP Apa yg hrs dirubah

    BalasHapus
    Balasan
    1. gampang, tinggal hapus tanda panah disimbol transistor, ganti tanda panah kedalam menuju base, hapus dan balik semua titik polaritas, selesai

      Hapus